masih saja kau menghampiri semua egoku dengan hembusan lembut nafasmu
Pahitkah Hidupmu Nak...?
sambil menyamarkan basah wajahmu kala menyapaku..
aah...semakin ingin kucium kedua telapak kakimu
kubasuh dengan semua airmataku...tanpa ampun
kudendangkan tembang-tembang langit..sampai serak ragaku
Emak....!!
tak sanggup aku mengurai semua resah dan nestapamu
kau lewati siang menembus malam untuk mengasinkan lidahku
membungkus peluh sendirimu yang hanya kau simpan dimatamu
Emak...!!
hidup beginikah yang harus menjadi kisahmu
abaikan jiwa, remukkan raga...
ataukah memang itu pilihan-Nya
aah...kau teramat murni suci
derap kakimu,bagiku adalah surga suara bathinku
tak pantas jika hanya kata-kata yang memujimu
indahmu mengalahkan segala syair para penyair cinta
Emaaaaaaaaakkkkkk....!!!
tak mampu aku mengHitung kerut-kerut wajah hidupmu
Maafkan aku ini......
(Tersirat Luka Senja)